Senin, 11 Januari 2010

TATA CARA WUDHU

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah Subhanahu wata’ala yang Maha Pengasih lagi Maha penyayang kepada hamba-hamba-Nya.

Salam serta shalawat semoga tercurah kepada Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam beserta keluarga dan sahabatnya.

TATA CARA WUDHU

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam selalu berwudhu setiap kali beliau keluar dari tempat buang air (selesai membuang hajat). Beliau bersabda,

“Hanya orang muslimlah yang memelihara wudhu.” (HR Ibnu Majah, Haitsami, dan Ibnu Syaibah)

• Hendaklah memulai dengan bersiwak.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Satu shalat yang didahului dengan bersiwak adalah lebih utama dari pada tujuh puluh shalat tanpa bersiwak.”

• Kemudian hendaklah dia duduk untuk berwudhu dan mengucapkan, “Bismillahirrahmaanirrahiim”
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak sempurna wudhu seseorang yang tidak menyebut nama Allah Subhanahu wata’ala.” (HR Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, Darimi, Baihaqi, Daruquthni dan Hakim)
Dan hendaklah dia mengucapkan, “Aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan para syetan dan aku berlindung kepada-Mu dari kedatangan mereka kepadaku.”

• Kemudian hendaklah dia membasuh kedua tangannya sebanyak tiga kali sebelum memasukkannya ke dalam bejana. Hendaklah dia mengucapkan,
“Ya Allah, sungguh hamba memohon kepada-Mu keberuntungan dan keberkahan, dan aku berlindung kepada-Mu dari kesialan dan kebinasaan.”

• Kemudian berkumur sebanyak tiga kali, dan hendaklah dia bersungguh-sungguh dalam menghirup air ke dalam hidung kecuali dia sedang berpuasa, maka hendaklah dia meringankannya. Dan hendaklah dia mengucapkan, “Ya Allah bantulah hamba untuk membaca kitab-Mu dan banyak berdzikir kepada-Mu.”

• Ketika menghirup air, hendaklah dia mengucapkan, “Ya Allah, adakanlah bagiku aroma surga, sedang Engkau ridha kepadaku.”

• Ketika menyemburkan air, hendaklah dia mengucapkan, “Ya Allah, sungguh hamba berlindung kepada-Mu dari bau-bau neraka dan tempat tinggal yang buruk.”

• Kemudian hendaklah dia menciduk air untuk membasuh wajahnya mulai dari bentangan dahi sampai ujung depan dari dagu; dan mulai dari telinga kanan sampai dengan telinga kiri.

• Hendaklah dia menuangkan air pada bagian luar janggut yang menjulur. Hendaklah dia memasukkan jari ke rongga mata, ketempat kotoran mata, dan ketempat pertemuan alis, lalu membersihkannya. Dan hendaklah dia mengucapkan, “Ya Allah, putihkanlah wajahku dengan cahaya-Mu pada hari ketika wajah-wajah kekasih-Mu menjadi putih dan janganlah Engkau hitamkan wajahku dengan kegelapan-kegelapan-Mu pada hari ketika wajah musuh-musuh-Mu menjadi hitam.”
Adapun hukum membasuh sela-sela janggut adalah sunnah.

• Kemudian hendaklah dia membasuh kedua tangannya sampai kedua siku sebanyak tiga kali, dan hendaklah memulainya dengan tangan yang kanan dan mengucapkan, “Ya Allah, berikanlah kepada hamba catatan amal hamba dengan tangan kanan hamba dan hisablah hamba dengan hisab yang ringan.”

• Ketika membasuh tangan yang kiri, hendaklah dia mengucapkan,”Ya Allah, sungguh hamba berlindung kepada-Mu dari pemberian catatan amal hamba di dunia dari-Mu dengan tangan kiri hamba atau dari belakang punggung hamba.”

• Kemudian hendaklah dia meratakan basuhan kepala dengan usapan. Hendaklah dia membasahi kedua tangannya lalu menempelkan ujung jari-jari kanan dan kirinya dan meletakkan keduanya dibagian depan kepala, lalu menggerakkan keduanya kearah tengkuk dan mengembalikan lagi keduanya ke arah depan, dan mengucapkan, “Ya Allah liputilah hamba dengan rahmat-Mu, turunkanlah kepada hamba sebagian dari berkat-Mu, dan naungilah hamba di bawah Arsy-Mu pada hari ketika tidak ada naungan selain naungan-Mu.”

• Kemudian hendaklah dia membasuh bagian luar dan bagian dalam telinganya. Hendaklah dia memasukkan kedua jari telunjuknya ke dalam lubang telinga dan memutar kedua jari telunjuk itu, lalu meletakkan kedua telapak tangannya pada kedua telinganya, sambil mengucapkan, “Ya Allah, jadikanlah hamba bagian dari orang-orang yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti perkataan yang paling baik. Ya Allah perdengarkanlah kepadaku penyeru surga bersama orang-orang yang berbakti.”

• Kemudian hendaklah dia memngusap lehernya. Hal itu berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, “Mengusap leher merupakan pelindung dari belenggu pada hari kiamat.”

Selain itu, hendaklah dia mengucapkan, “Ya Allah, bebaskanlah hamba dari neraka (diucapkan sebanyak tiga kali). Dan aku berlindung kepada-Mu dari rantai-rantai dan belenggu-belenggu.”

• Kemudian hendaklah dia membasuh kaki kanannya sebanyak tiga kali dan menyela-nyela bagian bawah jari-jari kaki dengan jari-jari tangan. Ketika membasuh kaki kanan hendaklah mengucapkan, “Ya Allah, teguhkanlah kakiku di atas sirat pada hari ketika kaki-kaki tergelincir ke dalam neraka.”

• Dan ketika membasuh kaki kiri, hendaklah dia mengucapkan, “Aku berlindung kepada-Mu agar kakiku tidak tergelincir diatas sirat pada hari ketika kaki orang-orang munafik tergelincir.”

Hendaklah dia menaikkan air sampai ke pertengahan betis. Setelah selesai hendaklah dia mengucapakan, ““Aku bersaksi bahwa tidak ada illah selain Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya, ya Allah! Jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat, dan jadikanlah aku termasuk dari orang-orang yang suka mensucikan diri, jadikanlah hamba bagian dari hamba-hamba-Mu yang shalih.”

Wallahu a’lam,
Semoga bermanfaat.

#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sumber: Mukhtashar Ihya Ulumuddin, Imam Ghazali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar