Senin, 11 Januari 2010

BERSUCI DARI HADATS

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillah puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wata’ala, atas izin-Nya kami bisa menyapa Anda semua, semoga masih terus semangat dalam belajar dan terus belajar memahami agama ini secara kaffah.

Shalawat serta salam juga kami haturkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, terasa berat olehnya penderitaan umatnya, sangat tulus menyayangi orang-orang yang beriman.

Temen-temen fillah, kalau beberapa minggu yang lalu, kami posting tentang Rahasia Thaharah, maka kali ini kami lanjutkan dengan;

BERSUCI DARI HADATS

Bersuci dari hadats adalah melalui wudhu, mandi dan tayamum. Semua ini diawali dengan istinja. Kita akan memaparkan tatacara, adab, dan hal-hal yang disunnahkan ketika istinja. Kita akan memulai dari membuang hajad karena ia merupakan penyebab seseorang berwudhu.

1. Tata Cara Istinja.

“Hendaklah orang yang akan membuang hajat menjauh dari pandangan orang-orang di padang pasir (lingkungan terbuka). Hendaklah dia menutupi diri dengan sesuatu apabila mendapatkan penutup. Janganlah ia membuka auratnya sebelum sampai di suatu tempat untuk duduk. Ia juga tidak diperbolehkan menghadap ke matahari dan bulan. Janganlah ia menghadap ke arah kiblat atau membelakanginya, kecuali apabila berada di sebuah bangunan.” (HR Muslim, Ibnu Majah, Abu Dawud, dan Ahmad).

“Janganlah dia buang air kecil ke dalam air yang tidak mengalir.” (HR muslim, Abu Dawud dan Nasa’i)

Selain itu, janganlah seseorang buang air kecil di bawah pohon yang berbuah, dan ke dalam lubang binatang. Hendaklah dia menghindari tempat-tempat yang keras dan tempat-tempat berhembusnya angin. Hal itu untuk menjaga diri dari percikan-percikan air seninya.

Hendaklah dia mendahulukan kaki kirinya ketika masuk ke dalam toilet dan kaki kanannya ketika keluar.

“Janganlah dia buang air kecil sambil berdiri” (HR Ibnu Hibban dan Thabrani).

Janganlah dia buang air kecil di tempat mandi karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya:

“Sebagian besar keraguan berasal darinya.” (HR Ibnu Majah, Abu Dawud, Tirmidzi, Hakim, Nasa’I dan Iraqi).

Janganlah dia membawa sesuatu yang mengandung asma Allah Subhanahu wata’ala atau Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wasallam. Ketika masuk, hendaklah dia mengucapkan doa,
Bismillaahi a’uudzu billaahi minal-khabiitsil-mukhbitsi asy-syaithaanirrajiim.

“Dengan nama Allah, aku berlindung kepada Allah dari (makhluk) yang kotor dan mengotori, yaitu syetan yang terkutuk.” (HR Ibnu Majah, Ahmad, Baihaqi, dan Haitsami).

Ketika keluar, hendaklah dia mengucapkan,

Al-Hamdulillaahil-ladzii adzhaba ‘annii maa yu’dziinii wa abqaa fiyya maa yanfa’unii.

“Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan segala sesuatu yang menyakitiku dan membiarkan segala sesuatu yang bermanfaat bagiku.” (HR Ibnu Majah).

Hendaklah dia menuntaskan buang air kecil dengan berdehem dan mengurutkan tangan pada bagian bawah kemaluan (batang zakar). Apa bila dia ditimpa keraguan, hendaklah dia menyiramkan air ke celananya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Aku melakukan itu” (HR Nasa’i).

“Janganlah seseorang beristinja dengan kotoran binatang atau tulang. Dan hendaklah dia beristinja dengan tiga batu. (HR Nasa’I, Abu Dawud, Ibnu Majah, Darimi, dan Ahmad)

Jika menggunakan batu, hendaklah pembersihan dilakukan dengan jumlah yang ganjil.

Wallahu a’lam,

Semoga bermanfaat.

#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sumber: Mukhtashar Ihya Ulumiddin, Imam Ghazali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar