Selasa, 12 Januari 2010

PINTU-PINTU MASUK SETAN

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

PINTU-PINTU MASUK SETAN

Aku titipkan kepada Allah- Yang Mahaagung, Yang Mahatinggi, Yang Mahamulia- agamaku, diriku, keluargaku, kekayaanku, anak-anakku dan seluruh saudaraku yang beriman, semua yang telah dianugerahkan kepadaku, serta semua urusan yang menjadi tanggunganku. Aku titip kepada Allah- Yang Sangat Ditakuti dan Yang bergetar karena kebesaran-Nya segala sesuatu- agamaku, diriku, keluargaku, kekayaanku, anak-anakku, dan seluruh saudaraku yang beriman, semua yang telah dianugerahkan Rabb-ku kepadaku, serta semua urusan yang menjadi tanggunganku.

Kita juga meminta perlindungan kepada Allah dengan nama-Nya. Karena dengan nama-Nya, tak akan ada yang memudharatkan sesuatu pun baik di bumi maupun di langit. Dia-lah Yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui. Allah, Allah, Rabb-ku yang Hak. Aku tidak menyekutukan Dia dengan sesuatupun. Allah Maha Besar, Maha Agung, Mahamulia dari apapun yang aku takuti. Mahaagung kemulian-Mu, Mahamulia pujian-Mu, tidak ada Rabb selain-Mu. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan semua setan yang melanggar batas, dari kejahatan semua tiran yang kejam, dari kejahatan ketentuan yang buruk, dari kejahatan semua makhluk yang Engkau pegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Engkau pada jalan yang lurus. Dan Engkau menjaga segala sesuatu.

Sumber Penyakit Hati
Saya (Jalaluddin Rakhmat-red) mengulas doa ini sambil mempelajari makna doa yang kita sebutkan. Lebih khusus lagi ingin membahas doa: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, dari kejahatan semua penguasa yang zalim, dari kejahatan semua yang melanggar batas.” Doa ini ada hubungannya dengan pembicaraan tentang penyakit-penyakit hati. Menurut Islam, salah satu sumber penyakit hati adalah setan. Setan adalah penyebar penyakit.

Setan-setan yang mengantarkan penyakit-penyakit itu pun tidak selamanya bisa masuk ke dalam hati kita. Setan hanya bisa masuk ke dalam hati kita melalui apa yang oleh Imam Al-Ghazali di sebut madkhal (pintu masuk). Kalau kita memiliki pintu itu, insya Allah, setan akan mudah memasukkan penyakit-penyakit kedalam hati kita. Pintu-pintu masuk itu pada dasarnya adalah penyakit juga. Jadi, pintu masuk itu adalah penyakit yang mengantarkan penyakit yang kemudian mengundang setan untuk masuk ke dalamnya lalu memasukkan penyakit-penyakit lainnya hingga parah. Itulah yang dimaksud ayat: Dalam hati mereka ada penyakit” (QS Al-Baqarah: 10), “Lalu Allah menambahkan penyakit pada mereka.”

Menurut Al-Ghazali, diantara pintu-pintu setan yang sangat besar untuk bisa mengundang penyakit itu adalah al-hirsh (ambisi atau keinginan yang sangat rakus) dan hasad (kedengkian). Kalau seorang hamba sudah menginginkan sesuatu dengan sangat, keinginannya itu akan membuatnya buta dan tuli. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Kalau engkau sudah mencintai sesuatu, kecintaanmu kepadanya akan menyebabkan kamu menjadi buta dan tuli.”

Jadi, yang pertama kali bisa mengundang penyakit-penyakit hati yang lain sehingga menyebabkan setan bisa masuk ke dalamnya adalah keinginan yang berlebih-lebihan. Kalau kita memiliki keinginan yang rakus, untuk meraihnya kita akan melakukan apa saja. Kita menjadi buta. Dalam diri kita mulai tumbuh berbagai penyakit hati. Salah satu penyakit hati itu adalah hasad, dengki. Kita akan iri hati melihat orang lain mencapai keinginannya, sementara kita tidak bisa mencapainya. Lalu, karena kita bersaing, maka ada perasaan dendam kepada orang lain yang bertarung dengan kita. Munculnya perasaan dendam itu bersumber dari keinginan yang amat sangat itu. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda, “Akan datang suatu zaman ketika seorang suami celaka karena istrinya,” Lalu ditanyakan, “Bagaimana ia celaka karena istrinya?” Beliau menjawab, ”Istrinya menuntut suaminya dengan tuuntutan-tuntutan yang tidak bisa dipenuhi oleh suaminya.”

Artinya, istrinya itu mengajukan keinginan-keinginan yang suaminya tidak sanggup memikulnya. Akibatnya si suami memasuki beberapa pintu untuk mencari rezeki dengan cara apa pun, bahkan yang haram. Di situlah ia celaka. Istri seperti ini bisa menjadi pengantar setan juga.

Ada sebuah riwayat. Ketika Nabi Nuh ‘Alaihissalam menaiki perahu, dan ke dalam perahu itu berbagai makhluk masuk secara berpasang-pasangan, tiba-tiba beliau melihat seorang tua yang tidak dikenal. Orang itu tidak memiliki pasangan. Nabi Nuh ‘Alaihissalam bertanya, “Untuk apa kamu masuk kemari?” Orang itu menjawab, “Aku masuk kemari untuk mempengaruhi sahabat-sahabatmu supaya hati mereka bersamaku, sementara tubuh mereka bersamamu.” Orang tua itu adalah setan. (Kita juga sering mengalami hal ini. Kita hadapkan tubuh kita kepada Allah Subhanahu wata’ala tetapi hati kita tidak bersama-Nya. Itu sering terjadi; dan itu karena setan)

Lalu, Nabi Nuh ‘Alaihissalam berkata, “Keluarlah kamu dari sini, hai musuh Allah! Kamu terkutuk!” Iblis itu berkata kepada Nabi Nuh, “Ada lima hal yang dengan kelimanya aku membinasakan manusia. Akan kuberitahukan yang tiga, dan kusembunyikan yang dua.” Allah mewahyukan kepada Nabi Nuh: “Katakan, aku tidak membutuhkan yang tiga. Aku membutuhkan yang dua.” Lalu Nuh bertanya, “Apa yang dua itu?” Iblis menjawab, “Dua hal yang membinasakan manusia adalah keinginan yang sangat dan kedengkian. Karena kedengkian inilah, aku dilaknat sehingga menjadi terkutuk. Karena keiginan yang sangat itu pula, Adam dan Hawa tergoda untuk menuruti keinginannya.”

Itulah dua pintu setan yang pertama al-hirsh dan al-hasad. Riwayat mengenai percakapan Nabi Nuh ‘Alaihissalam dengan iblis ini dikeluarkan oleh Abu Dawud dalam Sunnan-nya, juz II, hlm.267.

Sampai disini dulu```
Bersambung```

Semoga bermanfaat.

^^BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI^^

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sumber: Meraih Cinta Ilahi, Jalaluddin Rakhmat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar