Sabtu, 16 Januari 2010

KARAKTERISTIK LELAKI SHALIH | SABAR MENGHADAPI UJIAN ALLAH

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Syukur Alhamdulillah kami masih bisa menyapa Anda semua, semoga selalu dalam limpahan rahmat-Nya.

Shalawat serta salam semoga tetap kepada junjungan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam beserta keluarga dan sahabatnya.

Sahabat, kali ini kami akan membahas lagi masalah Karakteristik lelaki shalih, yaitu pada point;

SABAR MENGHADAPI UJIAN ALLAH.

A. Hidup adalah Ujian
Hakekat hidup manusia di dunia ini dalam pandangan islam adalah ujian. Manusia diciptakan Allah untuk diuji, apakah mereka bersyukur atau kufur. Allah mengabarkan dalam firman-Nya:

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur, yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan mereka dapat mendengar dan melihat. Sesungguhnya Kami telah menunjukkan jalan yang lurus, ada yang bersyukur dan ada yang benar-benar kafir.” (QS al-Insan, 76: 2-3).

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (QS al-Anbiyaa’, 21: 35).

“Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu, melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. Dan Kami jadikan sebahagian kamu cobaan bagi sebahagian yang lain. Maukah kamu bersabar?; dan adalah Rabb-mu Maha Melihat.” (QS al-Furqan, 25: 20).

Dengan demikian, maka hidup itu adalah suatu perjuangan (jihad). Dan tidak ada perjuangan tanpa resiko. Berjuang berarti berani berkorban. Takut berkorban maka perjuangan tidak akan sukses.

Perjuangan dakwah dan jihad tidak pernah sunyi dari resiko. Dan pada gilirannya akan membawa penderiataan dan kesakitan bagi si Da’I dan mujahid. Selain itu adakalanya jihad meminta pengorbanan harta, tenaga, waktu, keringat, air mata dan hingga nyawa. Sejauh mana komitmen seseorang dengan jihad fie sabilillah, sebatas itu pula kesiapan untuk berjuang di jalan Allah, seberapa banyak pengorbanan yang ia keluarkan di jalan Allah, maka setinggi itulah kemuliaan dan penghormatan yang diterima di sisi Allah kelak.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Orang-orang yang paling berat ujiannya adalah para Nabi dan orang-orang shalih. Sungguh diantara mereka ada yang mengalami kemiskinan sehingga ia tidak memiliki apa-apa selain pakaian yang dipakainya. Dan ada yang diuji dengan penyakit kulit (bisul) sehingga membawa maut. Dan diantara mereka memang ada yang lebih sukar untuk ditimpa ujian dari pada diberi karunia (kekayaan).” (HR Ibnu Majah & Ibnu Abi Ad-Dunya, lihat at Targhiib wa at Targhiib 4/141 – no: 5158).

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anh berkata, bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam:

“Siapa yang dikehendaki Allah suatu kebaikan, maka ia diberi musibah (penderitaan, kesengsaraan, kemiskinan).” (HR Bukhari, Ahmad dan Malik).

“Sesungguhnya besarnya pahala itu tergantung pada besarnya ujian bala’ dan sesungguhnya siapa yang ridha mendapat ujian, tentu baginya keridhaan Allah, dan siapa yang murka mendapat ujian, tentu baginya murka Allah.” (HR at-Tirmidzi, Abu Dawud).

“Tidak henti-hentinya ujian menimpa kepada orang mukmin laki-laki maupun wanita, baik mengenai dirinya maupun sanak keluarganya atau harta kekayaannya, hingga pada waktu menghadap Allah tidak ada lagi yang tinggal dari dosa-dosanya.” (HR Ahmad, Tirmidzi).

Bersambung Insya Allah….

Maha Benar Allah dan Rasul-Nya.
Semoga bermanfaat.

^^BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI^^

Sumber: Karakteristik Lelaki Shalih, Abu Muhammad Jibriel Abdul Rahman.


Pemberitahuan:

Sekarang QOLBUN SALIM juga bisa di akses melalui:
http://debyanhajiprastyo.blogspot.com/

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar