Kamis, 15 April 2010

Etika Makan dan Minum

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Apa kabar temen-temen, semoga rahmat Allah selalu menaungi kita dalam meniti hari menjalani setiap episode kehidupan yang kita alami.
Salam serta shalawat semoga tetap kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, keluarga beliau, sahabat serta umatnya sampai akhirul zaman.

Temen-temen yang kami cintai karena Allah, untuk kali ini kita akan belajar tentang;

Etika Makan dan Minum

1. Etika Sebelum Makan
Setiap muslim hendaknya mengkonsumsi makanan yang baik dan halal. Selain itu, kita harus berniat makan agar kuat untuk menjalankan perintah Allah Subhanahu wata’ala.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman,
“Wahai para Rasul! Makanlah dari (makanan) yang baik-baik, dan kerjakanlah kebajikan…” (al-Mu’minun: 51)
Apabila kita makan dengan niat karena Allah, kita hendaknya mengawali dengan mencuci tangan karena dalam aktivitas kita sehari-hari sangat memungkinkan kita terkena kotoran.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya,
“Berwudhu (mencuci tangan) sebelum makan dapat menghilangkan kefakiran; dan berwudhu (mencuci tangan) sesudah makan dapat menghilangkan kegilaan.” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi)

Selain itu , kita hendaknya meletakkan makanan di atas sufrah (alas makanan) dan ini merupakan salah satu sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau meletakkan makanan seperti itu kerena perbuatan tersebut lebih mendekati sifat tawadhu’.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya,
“Aku tidak pernah makan sambil bersandar. Sungguh, aku adalah seorang hamba yang makan dan minum sebagaimana cara makan dan minum hamba yang lain.” (HR Bukhari, Abu Dawud, dan Ibnu Majah)

Hendaknya jangan terlalu kenyang karena hal itu mendorong seseorang untuk melampiaskan nafsu dan berpotensi menyebabkan timbulnya berbagai penyakit.

Dianjurkan makan sambil duduk hingga selesai. Kebiasaan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yang lain adalah makan dengan posisi berlutut, terkadang dengan posisi bersila, serta terkadang dengan menegakkan kaki kanan dan duduk di atas kaki kiri.

Hukum makan dan minum sambil tidur dan bersandar adalah makruh, kecuali ada halangan yang menjadikan seseorang terpaksa untuk berbuat begitu. Disamping itu, orang yang makan harus berniat agar kuat dalam menjalankan ibadah. Karena itu, dia hanya dibenarkan untuk makan sedikit. Sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Anak Adam tidak diperbolehkan memenuhi perutnya dengan keburukan. Cukuplah ia memakan beberapa suap, untuk menguatkan tulang punggungnya. Jika ia hendak makan lebih dari itu, maka sepertiga (dari perutnya) dialokasikan untuk tempat makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk napasnya.” (HR Tirmidzi, Ahmad, Hakim, dan Ibnu Majah)

Oleh karena itu, setiap orang hendaknya tidak makan sebelum merasa lapar; karena makan dalam keadaan kenyang akan membuat hati keras. Jadi, setiap muslim dianjurkan berhenti makan sebelum kenyang. Begitu juga, ketika hendak makan, ia tidak diperbolehkan menunggu makanan yang lebih lezat; hendaklah ia mengkonsumsi makanan yang sudah tersedia.

Selain itu, setiap muslim juga dianjurkan untuk mengundang banyak orang sebelum mulai makan, meskipun hanya mengundang saudara atau anaknya. Hal itu karena makanan yang paling baik adalah makanan yang dimakan oleh banyak orang.
Malik meriwayatkan bahwa Rasulullah tidak pernah makan sendirian.

Bersambung… insya Allah.

Wallahu a’lam,
Semoga bermanfaat.

^^Bersihkan hati menuju ridha Ilahi^^

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Sumber : Mukhtashar Ihya Ulumuddin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar